Ojuland,
yang juga pemimpin Partai Persatuan Rakyat (PUP), menganggap bahwa sisi negatif
Islam sangat kuat dan upaya pelarangan kitab suci bagi umat Muslim itu adalah
cara terbaik untuk keselamatan Estonia.
“Akhir-akhir
ini, sisi negatif dan kriminal dari Islam sangat kuat, maka kami percaya
tindakan keras dibutuhkan untuk memberikan keamanan untuk negara kita dan para
warganya, khususnya perempuan dan anak-anak di negeri ini,” ujar Ojuland yang
pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Estonia pada 2002-2005, sebagaimana
dilansir dari Russian Today, Senin (4/4/2016).
Politisi
yang terbilang cukup senior itu juga mengungkapkan kekhawatiran dengan
meningkatnya jumlah pengungsi yang tiba di Uni Eropa, khususnya di Estonia.
Proposal RUU
itu semakin diperkeruh oleh pernyataan dari Triin Raidmets, pimpinan cabang
Partai PUP di Kota Parnu, Estonia.
“Kami
memutuskan untuk mulai mengumpulkan informasi dari warga mengenai kasus
pelecehan dan penyerangan (yang dilakukan warga Muslim) yang selama ini
ditutupi oleh media,” kata Raidmets.
Beragamnya
kejahatan yang diklaim dilakukan oleh para pengungsi membuat stigma negatif
terhadap Muslim semakin meningkat dan menciptakan sentimen Islamophobia di
beberapa negara Uni Eropa.(ts/rt)
Sumber: Eramuslim.com

Post a Comment