Jakarta,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bakal
meresmikan Jembatan Merah Putih di Kota Ambon, Maluku, Senin (4/4) sore ini.
“Jembatan ini sempat beberapa kali tertunda, termasuk yang
terakhir karena adanya gempa. Tapi ternyata masih bisa diteruskan," ujar
Basuki, dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (4/4).
Ia mengungkapkan seharusnya jembatan sepanjang 1.140 meter
(m) tersebut sudah diresmikan pada malam tahun baru 2016 lalu. Namun terjadinya
gempa mengakibatkan pergeseran sekitar 9 cm. Namun Menteri Basuki memastikan
bahwa saat ini kondisinya baik.
"Waktu gempa geser cuman 9 cm, toleransi pergeseran kan
sampai 30 cm," tambah Basuki.
Untuk memastikan jembatan tersebut aman digunakan meski
terjadi pergeseran, Maret 2016 lalu telah dilakukan pengujian statik dan
dinamik untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi aktual
jembatan.
Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan respon
sesungguhnya dari struktur jembatan terhadap beban statik dan dinamik,
mengetahui kekakuan struktur dan perilaku getaran struktur serta kekuatannya.
Pengujian dilakukan menggunakan 44 truk stand by yang
masing-masing beratnya 8 ton atau total 352 ton. Uji coba dengan 44 truk ini
merupakan yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Semua truk ini dimasukkan
satu persatu ke tengah jembatan untuk menguji coba kemampuan kelenturan dari
jembatan tersebut.
“Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelenturan jembatan
sesuai dengan yang direncanakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa hasilnya baik
dan tidak ada masalah,” jelasnya.
Jembatan Merah Putih yang membentang di Teluk Dalam Pulau
Ambon menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) dengan ruas sepanjang 520 m,
Kecamatan Sirimau pada sisi utara dan Desa Hative Kecil/Galala sepanjang 320 m,
dan Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan sepanjang 300 m.
Sumber - CNN Indonesia

Post a Comment