Jakarta, Afizah News - Perdana Menteri Pakistan, Nawaz
Sharif mengumumkan dalam pidato yang disiarkan secara nasional bahwa dia akan
membentuk komisi khusus untuk menyelidiki berbagai tuduhan korupsi, menyusul
tercantumnya sejumlah perusahaan offshore yang dipimpin anggota keluarganya
dalam dokumen Panama Papers.
Sharif pada
Selasa (5/4) membela sejumlah perusahaan keluarganya dan menyangkal praktik
bisnis tersebut melanggar aturan. Sharif menyebut bahwa tuduhan korupsi
terhadap dirinya merupakan "tuduhan lama yang diulang-ulang."
Sharif akan
membentuk komisi untuk menyelidiki berbagai tuduhan tersebut berdasarkan
dokumen Panama Papers yang membocorkan bahwa sejumlah perusahaan offshore yang
dipimpin oleh anggota keluarganya menghindari pembayaran pajak ataupun
menyamarkan aset dan sumber dana mereka.
Dokumen yang
bocor dari firma hukum Mossack Fonseca yang berbasis Panama itu menunjukkan
bahwa putri Sharif, Mariam dan kedua putranya, Hussain dan Hassan memiliki
setidaknya tiga perusahaan induk offshore yang terdaftar di Kepulauan British
Virgin. Mossack Fonseca juga membantah melakukan kesalahan.
Dokumen yang
diberikan oleh sumber tak dikenal, yang kemudian dipublikasikan oleh Consortium
of Investigative Journalists, ICIJ, dan dibagikan kepada lebih dari 100 media
menunjukkan bahwa sejumlah perusahaan induk milik keluarga Sharif terlibat
dalam berbagai pembelian dan hipotek, minimal US$13,8 juta dalam sektor
properti di Inggris.
Salah satu
perusahaan induk tersebut juga membeli perusahaan induk lainnya yang berbasis
di Liberia senilai US$11,2 juta pada Agustus 2007, menurut dokumben itu.
Meski
demikian, dokumen itu tidak menunjukkan sumber dari aset yang dimiliki oleh
sejumlah perusahaan induk tersebut. Dokumen itu merupakan salah satu dari 11,5
juta dokumen yang dipublikasikan oleh ICIJ dan disebut sebagai 'Panama Papers.'
Rival
politik Sharif di Pakistan, terutama Imran Khan, menuduh keluarga Sharif
memerolah dana ilegal melalui korupsi selama dia menjabat sebagai perdana
menteri dua periode pada dekade 1990-an.
Sharif dan
keluarganya telah membantah melakukan kesalahan dan menyatakan bahwa aset
mereka diperoleh secara legal, terutama melalui jaringan keluarga dari bisnis
dan industri di Pakistan dan Arab Saudi.
"Saya
menyatakan bahwa mereka yang mengulang tuduhan lama ini harus mendatangani
komisi ini dan membuktikan tuduhan mereka," kata Sharif.
Tak hanya
aset perusahaan keluara Sharif, Panama Papers membocorkan investasi kekayaan
tersembunyi dari para pemimpin dunia, politisi, dan selebriti. Nama-nama yang
tercantum dalam bocoran dokumen ini di antaranya rekan dekat Presiden Rusia
Vladimir Putin, keluarga Presiden China Xi Jinping, ayah Perdana Menteri
Inggris David Cameron, serta Perdana Menteri Islandia Sigmundur David
Gunnlaugsson yang baru saya mengundurkan diri akibat terkait dengan kasus ini
Sumber: CNN
Indonesia

Post a Comment