Damaskus,Afizah News - Puluhan ribu warga sipil telah lari menyelamatkan diri dari pertempuran antara para militan ISIS dan pemberontak di wilayah Suriah utara. Otoritas Turki pun diserukan untuk membuka perbatasannya bagi warga sipil Suriah tersebut.

Organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) menyatakan, setidaknya 30 ribu warga sipil telah meninggalkan kota Aleppo dan sekitarnya dalam 48 jam terakhir. Ini terjadi seiring adanya baku tembak antara para militan ISIS dan para pemberontak anti-rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Menurut HRW, pasukan penjaga perbatasan Turki malah melepas tembakan ke sebagian warga Suriah saat mereka mendekati perbatasan kedua negara.

"Saat warga sipil kabur dari para petempur ISIS, Turki merespons dengan amunisi, bukannya belas kasihan," cetus periset HRW, Gerry Simpson, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (15/4/2016).

"Seluruh dunia sedang bicara soal memerangi ISIS, namun mereka yang paling berisiko menjadi korban kejahatan mengerikan ISIS, terperangkap di sisi yang salah dari dinding beton," imbuhnya.

HRW menyatakan, kebanyakan dari mereka yang lari menyelamatkan diri adalah penghuni kamp-kamp darurat yang didirikan di sepanjang perbatasan. Mereka pergi menuju kamp-kamp lainnya atau kota-kota dan desa-desa sekitar.

Sumber :detik.com(ita/ita)

Post a Comment

 
Top