TOKYO, Afizah News– Tokyo, Rabu (6/4/2016), menyatakan
siap bekerja sama dengan Moskwa dan mengumpulkan informasi terkait dengan
aktivitas kelompok terlarang Aum Shinrikyo di Rusia.
Dalam
penggerebekan besar-besaran di 25 tempat di Moskwa dan St Petersburg, Selasa
(5/6/2016), polisi Rusia menangkap 10 pengikut sekte Aum Shinrikyo. Meski
telah dilarang sejak tahun 1995, sekte itu diam-diam beroperasi.
Kesiapan
Jepang untuk bekerja sama dengan Rusia terkait sekte tersebut diungkapkan oleh
Kepala Sekretarat Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, seperti dilaporkan kantor
berita TASS, Rabu ini.
“Para
diplomat kami sedang berkerja sama dengan pihak Rusia dan sejumlah agen dengan
tujuan mengumpulkan informasi (terkait aktivitas pemusjaan sekte itu),” kata
Suga.
Suga
menyampaikan komentarnya terkait dengan penangkapan 10 pengikut aliran sesat
Aum Shinrikyo dalam penggerebekan di 25 tempat di Moskwa dan St Petersburg, Selasa.
Juru bicara
Komite Investigasi (IC) Rusia, Vladimir Markin, sebelumnya mengatakan, sebuah
kasus criminal telah dibuka terhadap aktivitas sebuah kelompok “kekerasan
terhadap warga dan mencederai kesehatan mereka”. Ia merujuk pada praktek
terlarang pengikut Aung Shinrikyo.
Sebuah
pengadilan di Moskwa telah melarang pengoperasian Aum Shinrikyo di Rusia sejak
jatuhnya keputusan hakim pada 18 April 1995. Keputusan itu terjadi setelah 13
orang tewas dan lebih dari 6.300 orang lainnya terluka akibat praktik sesat
Aung Shinrikyo.
Pemimpin Aum
Shinrikyo, Shoko Asahara dan 12 anggota kelompoknya dihukum mati di Jepang.
Sumber : KOMPAS.com

Post a Comment